Gunadarma

Minggu, 15 Januari 2017

Tugas ke-4

I. Empowerment, stress dan konflik
A.Pengertian empowerment
Empowerment adalah tindakan yang memberikan seseorang individu atau tim hak dan fleksibilitas untuk membuat keputusan dan melaksanakan tindakan. Hal ini semakin diperluas dan sangat disarankan di banyak organisasi saat ini.
      B.     Pengertian stress
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.  Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat menganggu pelaksanaan kerja mereka.

Sumber-sumber stress
Menurut Prijaksono dan kurniali (2005) sumber-sumber stress dibagi ke dalam 4 golongan:
·         Survival stress. Stress ini dapat terjadi dalam suatu keadaan di mana keselamatn jiwa terancam.
·         Internally stress. Hal ini dapat disebabkan oleh kekhawatiran yang berlebihan atas hal-hal yang di luar kontrol kita. Biasanya hal ini terjadi akibat tingkah laku kita sendiri, atas suatu keadaan yang kita ciptakan sendiri, misalnya menantang bahaya dengan berkendaraan ngebut.
·         Environmental & job stress. Lingkungan kerja yang tak kondusif, tempat tinggal yang tak nyaman dan sumpek, dan kemacetan lalu lintas bisa memicu stress.
·         Fatigue & overwork. Terlampau banyak hal yang ingin dikejar, dikerjakan, dan banyak rencana, namun tidak fokus dan waktu yang terlalu singkat. Penumpukkan kerjaan dapat memicu stress. Demikian pula halnya dengan orang yang terjebak ke dalam perilaku kerja berlebihan (workaholic), maka ia amsuk dalam perangkap stress of overwork
      C.     Pengertian konflik
Konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang, dua kelompok, atau lebih yang salah satu pihaknya berupaya menyingkirkan yang lain dengan menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.

Jenis-jenis konflik
·         Konflik vertikal, contohnya konflik negara versus warga, buruh versus majikan
·         Konflik horizontal, contohnya konflik antarsuku,anatar agama,antar masyarakat. Konflik-konflik tersebut bisa berlatar belakang ekonomi, politik, agama, kekuasaan, dan kepentingan lainnya

Proses konflik
·         Kondisi yang mendahului (antecendent condition). Kondisi ini terdiri dari faktor-faktor yang pada umumnya membawa pada konflik.
·         Kemungkinan konflik yang dilihat (perceived potential conflict). Pada tahap ini satu atau kedua belah pihak  melihat kemungkinan konflik diantara mereka
·         Konflik yang dirasa (felt conflict). Pada tahap ini, tubrukan kepentingan dan kebutuhan terjadi. Satu pihak atau kedua belah pihak yang terlibat melihat keadaan yang tidak memuaskan, menghambat, menakutkan, mengancam.
·         Perilaku yang tampak (manifest behavior). Pada waktu konflik sudah terjaid orang-orang menanggapi dan mengambil tindakan. Bentuknya dapat secara lisan, seperti saling mendiamkan, bertengkar, berdebat; atau nyata dalam perbuatan, seperti bersaing, bermusuhan atau menyerang.
Konflik ditekan atau dikelola (supressed or managed conflict). Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. Artinya konflik ditiadakan. Secara lahiriah konflik itu tampak seperti sudah selesai, meskipun masalah intinya tidak ditangani dan pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdampingan dalam suasana panas itu. Atau konflik dikelola dan diselesaikan.
·         Sesudah konflik diselesaikan ( management aftermath). Bila konflik tak dikelola dan diselesaikan, kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik menanggung segala akibatnya entah bagi diri sendiri, kerja, hubungan dengan orang lain, atau lembaga tempat orang bekerja. Bila konflik dan berhasil, pihak-pihak yang terlibat perlu menindaklanjuti hasil pengelolaan itu.
      
      D.    Cari kasus yang berkaitan dengan stress dan konflik, beri solusinya
Sebagai contoh Angela memandang dirinya sebagai seorang yang menyenangkan, tetapi karyawan yang lain memandang dari sisi jelek kepribadiannya. Rekan kerjanya adalah seorang teman baik Angela, menuduh Angela telah mencuri klien penting. Hubungannya semakin memburuk, rekan kerja Angela menyebarkan fitnah dan berita jelek. Angela mengadu, tetapi atasannya tidak memperhatikan pengaduannya. Rekan kerjanya akhirnya ditembak.
Peristiwa ini menggambarkan bagaimana kesalahpahaman dan perselisihan paham meluas menjadi konflik sosioemosional, yang mengakibatkan hasil negatif bagi organisasi. Solusinya  tidak seperti karena tidak baik untuk bisnis, sebab berdampak pada keputusan pegawai dan konsentrasi dalam bekerja. Konflik sosioemosional menyebabkan frustasi, ketidakpuasan pekerjaan, dan stres. Dengan perkataan lain, konflik menunjukan peningkatan pergantian dan ketidakhadiran pegawai.

II. Komunikasi dalam manajemen
      A.    Pengertian komunikasi
Komunikasi adalah proses di mana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal).
      B.     Proses-proses komunikasi
·         Langakh pertama, ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator
·         Langakh kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan
·         Langkah ketiga, pesan yang telah di-encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang-lambang komunikasi  ditujukan kepada komunikan
·         Langkah keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
·         Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di-decoding, khalayak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator.

Hambatan komunikasi
Perbedaan Bahasa dan Persepsi
Setiap hari kita menerima input berupa pemandangan, suara, bau, dsb. Lesikar dkk (1999) mengilustrasikan oikiran kita yang mengatur input ini menjadi peta mental (mental map) yang mewakili persepsi kita mengenai realitas. Bahkan bila dua orang mengalami peristiwa yang sama, bayangan mental mereka mengenai peristiwa itu tidak akan identik. Karena persespi anda unik, gagasan yang ingin anda sampaikan berbeda dengan orang lain. Sebagai pengirim, anda memilih rincian yang tampaknya penting bagi anda, yaitu proses yang dikenal sebagai persepsi selektif. Sebagai penerima, anda mencoba menyesuaikan rincian baru kedalam pola yang sudah ada dalam diri anda.
Gangguan Komunikasi
Menurut Locker (2000), ada 2 gangguan dalam berkomunikasi, yaitu:
Gangguan Emosional. Anda akan sulit menyusun pesan jika anda sedang kecewa, marah, atau takut.hal inilah yang menyebabkan gagasan dan perasaan sering membuat kita sulit bersikap objektif.
Gangguan Fisik. Hambatan komunikasi sering kali bersifat fisik: hubungan yang buruk ,akustik yang jelek, dan tulisan yang tak dapat dibaca. Walaupun gangguan jenis ini tampaknya kecil, namun hal ini dapat menghambat pesan yang sebenarnya efektif.
Overload Informasi
Komunikasi bisnis sering terganggun karena materinya rumit dan kontroversial. Jumlah pesan  bisnis yang disampaikan semakin hari semakin banyak dan peluang untuk terjadinya umpan balik sering terbatas, sehingga sulit untuk meluruskan salah pengertian ketika hal itu terjadi. Dengan memahami berbagai hambatan komunikasi yang ada dalam organisasi, peluang untuk mengatasinya akan meningkat.
Penyaringan yang Tidak Tepat
Menyaring adalah membuang atau menyingkat informasi sebelum pesan itu diteruskan kepada orang lain. Namun apabila hal tersebut mempengaruhi jumlah dan mutu informasi yang diteruskan, tentu akan mempengaruhi komunikasi efektif yang diharapkan. Dalam bisnis, banyak saingan antara anda dan penerima, sekretaris, asisten, mesin penjawab, dan voice-mail.

      C.     Pengertian komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi
Komunikasi interpersonal efektif adalah komunikasi yang terkandung dalam tatap muka dan saling mempengaruhi, mendengarkan, menyampaikan pernyataan, keterbukaan, kepekaan yang merupakan cara paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung

      D.    Model pengolahan informasi dalam komunikasi
·         Model ini berdasarkan teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan seseorang dalam memproses informasi untuk memperbaiki kemmapuannya. Pengolahan informasi mengacu kepada cara orang menangani rangsangandari lingkungan, mengorganisasi data, mengembangkan konsep dan memecahkan masalah, serta mengunakan lambang verbal dan non verbal.
Model pengolahan informasi mencakup empat jenis, yaitu:
·         Rational
Model ini berasumsi bahwa orang beroperasi dalam model pengolahan dikontrol menggunakan prosedur analitis.
·         Limited Capacity
Model ini menunjukkan bagaimana orang menyederhanakan pengolahan informasi.
·         Expert
Model ini bergantung pada model limited capacity.
·         Cybernetic
Model ini berpendapat bahwa informasi diproses dari waktu ke waktu.

E.                                         Model interaktif manajemen dalam komunikasi
                  
                 Model interaktif manajemen mencakup lima jenis, yaitu:
                  ·         Confidence
      Dalam manajemen, timbulnya suatu interkasi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
·         Immediacy
Model organisasi yang membuat suatu organisasi tersbeut menjadi segar dan tidak membosankan.
·         Interaction Management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen, seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
·         Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
·         Other Orientation
Adanya komunikasi antara komunikasi dengan satu pihak ke pihak lain, sebagai tukar menukar informasi

DAFTAR PUSTAKA
Pearce, John A., Robinson. 2008. Manajemen Strategis. Jakarta: Penerbit Salemba Empat
Christian, M.2005. Jinakkan stress. Bandung: Nexx media
Zainul zen. 2007. Qultum media. Kekuatan metode lafidzi. Jakrta: qultum media
Pudjiastuti puline. Sosiologi. Jakarta: grasindo
Waluya bagja. 2007. Sosiologi: menyelami fenomena sosial di masyarakat. Bandung: PT setia purna
Suprapto tommy. 2009. Pengantar teori & manajemne komunikasi. Yogyakarta: Medpress







Minggu, 13 November 2016

TUGAS III

A. Controlling fungsi manajemen

1. Pengertian controlling
controlling adalah usaha sistematis untuk menetapkan standar prestasi dan perencanaan sasarannya guna mendesain sistem informasi umpan-balik, membandingkan sistem kerja tadi dengan standar yang telah ditetapkan lebih dulu, menentukan apakah ada penyimpangan dan mencatat besar kecil penyimpangan ini, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua sumber perusahaan dimanfaatkan serta efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.

2. Langkah-langkah controlling
1.      menetapkan standar dan metode untuk mengukur prestasi
2.      mengukur prestasi kerja
3.      membandingkan prestasi kerja dengan standar yang ada
4.      mengambil tindakan korektif atas prestasi kerja

3. Tipe-tipe controlling
Ada 4 tipe kontrol dalam pengendalian manajemen, yaitu :
1. Pengendalian dari dalam organisasi (kontrol internal)           
Pengendalian yang dilakukan oleh aparat/unit pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu sendiri (dalam satu atap). Aparat/unit pengendalian ini bertugas mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pimpinan dapat mengambil suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya (internal control).
 2. Pengendalian luar organisasi (kontrol eksternal)
Pengendalian yang dilakukan oleh Aparat/Unit Pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen (lembaga pemerintah lainnya) atas nama pemerintah. pengawasan dapat  dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan/pengendalian terhadap organisasinya.
3. Pengendalian preventif
Pengendalian preventif adalah pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan. Maksud pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan.
4. Pengendalian represif
Pengendalian represif adalah pengendalian yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan pekerjaan. Maksud dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari yang telah direncanakan (dalam pengendalian anggaran disebut post- audit).

4. Strategi controlling untuk sebuah organisasi
1.   Dalam sebuah organisasi ditentukan dulu standar yang akan digunakan untuk dasar pengendalian, misalya dari segi SDM, prosedur kerja, aturan kerja hingga rancangan dan tujuan Organisasi .

2. Selanjutnya mengukur bagaimana proses pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai dengan melaksanakan evaluasi terhadap kinerja serta kompetensi SDM yang dimiliki. Misalnya evaluasi pada karyawan terkait dengan strategi yang telah dirancang.

3.   Setelah itu membandingkan hasil pelaksanaan kegiatan dengan rancangan strategi awal kemudian mengukur pencapaian keberhasilannya.

4.   Memeriksa kesalahan dan memperbaikinnya. Jika terjadi kesalahan misalnya pada SDM atau pekerja maka segera dievaluasi dan  diperbaiki lebih dalam.

5.   Meninjau dan mengevaluasi kembali Strategi awal program jika memungkinkan untuk diperbaiki maka diperbaiki dan membuat kembali rencana yang baru agar sesuai dengan tujuan organisasi yang di inginkan.

B. Kekuasaan dan pengaruh

1. Pengertian kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.

2. Sumber-sumber kekuasan
a.       Kekuasaan Imbalan atau Ganjaran (Insentif Power)
Kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain (pengikutnya) karena kepatuhan mereka. Kekuasaan imbalan digunakan untuk mendukung kekuasaan legitimasi. Jika seseorang memandang bahwa imbalan, baik imbalan ekstrinsik maupun imbalan intrinsik, yang ditawarkan seseorang atau organisasi yang mungkin sekali akan diterimanya, mereka akan tanggap terhadap perintah. Penggunaan kekuasaan imbalan ini amat erat sekali kaitannya dengan teknik memodifikasi perilaku dengan menggunakan imbalan sebagai faktor pengaruh. 

b.      Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
Kekuasaan imbalan seringkali dilawankan dengan kekuasaan paksaan, yaitu kekuasaan untuk menghukum. Hukuman adalah segala konsekuensi tindakan yang dirasakan tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Pemberian hukuman kepada seseorang dimaksudkan juga untuk memodifikasi perilaku, menghukum perilaku yang tidak baik atau merugikan organisasi dengan maksud agar berubah menjadi perilaku yang bermanfaat. Para manajer menggunakan kekuasaan jenis ini agar para pengikutnya patuh pada perintah karena takut pada konsekuensi tidak menyenangkan yang mungkin akan diterimanya. Jenis hukuman dapat berupa pembatalan pemberikan konsekuensi tindakan yang menyenangkan, misalnya pembatalan promosi, pembatalan bonus, maupun pelaksanaan hukuman seperti skors, PHK, potong gaji, teguran di muka umum, dan sebagainya.

c.       Kekuasaan Resmi ( Legitimate Power )
Kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain karena posisinya. Seorang yang tingkatannya lebih tinggi memiliki kekuasaan atas pihak yang berkedudukan lebih rendah. Dalam teori, orang yang mempunyai kedudukan sederajat dalam organisasi, misalnya sesama manajer, mempunyai kekuasaan legitimasi yang sederajat pula. Kesuksesan penggunaan kekuasaan legitimasi ini sangat dipengaruhi oleh bakat seseorang mengembangkan seni aplikasi kekuasaan tersebut. Kekuasaan legitimasi sangat serupa dengan wewenang.

d.      Kekuasaan Keahlian ( Expert Power )
Seseorang mempunyai kekuasaan ahli jika ia memiliki keahlian khusus yang dinilai tinggi. Seseorang yang memiliki keahlian teknis, administratif, atau keahlian yang lain dinilai mempunyai kekuasaan, walaupun kedudukan mereka rendah. Semakin sulit mencari pengganti orang yang bersangkutan, semakin besar kekuasaan yang dimiliki. Kekuasaan ini adalah suatu karakteristik pribadi, sedangkan kekuasaan legitimasi, imbalan, dan paksaan sebagian besar ditentukan oleh organisasi, karena posisi yang didudukinya.  Contohnya ; Pasien – pasien dirumah sakit menganggap dokter sebagai pemimpin atau panutan karena dokterlah uang dianggap paling ahli untuk menyembuhkan penyakit

e.       Kekuasaan Rujukan ( Referent Power 
Banyak individu yang menyatukan diri dengan atau dipengaruhi oleh seseorang karena gaya kepribadian atau perilaku orang yang bersangkutan. Karisma orang yang bersangkutan adalah basis kekuasaan panutan. Seseorang yang berkarisma ; misalnya seorang manajer ahli, penyanyi, politikus, olahragawan; dikagumi karena karakteristiknya. Pemimpin karismatik bukan hanya percaya pada keyakinan – keyakinannya sendiri (factor atribusi), melainkan juga merasa bahwa ia mempunyai tujuan-tujuan luhur abadi yang supernatural ( lebih jauh dari alam nyata ).
3. Pengertian dari pengaruh
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan.

4. Pengaruh taktik dalam organisasi
  •       Meningkatkan ketidakmampuan mengganti. Jika dalam suatu organisasi hanya ada satu-satunya orang atau subunit yang mampu melakukan tugas  yang dibutuhkan oleh subunit atau organisasi, maka ia atau subunit tersebut dikatakan sebagai memiliki ketidakmampuan mengganti.
  •    Dekat dengan manajer yang berkuasa. Cara lain untuk memperoleh kekuasaan adalah dengan mengadakan pendekatan dengan manajer yang sedang berkuasa.
  •      Membangun koalisi. Melakukan koalisi dengan individu atau subunit lain yang memiliki kepentingan yang berbeda merupakan taktik politik yang dipakai oleh manajer untuk memperoleh kekuasaan untuk mengatasi konflik sesuai dengan keinginanya.
  •      Mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dua taktik untuk mengendalikan proses pengambilan keputusan agar penggunaan kekuasaan nampaknya memiliki legitimasi dan sesuai dengan kepentingan organisasi yaitu mengendalikan agenda dan menghadirkan ahli dari luar.
  •      Menyalahkan atau menyerang pihak lain. Manajer biasanya melakukan ini jika ada sesuatu yang tidak beres atau mereka tidak dapat menerima kegagalannya dengan cara menyalahkan pihak lain yang mereka anggap sebagai pesaingnya.
  •    Memanipulasi informasi. Taktik lain yang sering dilakukan adalah manipulasi informasi. Manajer menahan informasi, menyampaikan informasi kepada pihak lain secara selektif, mengubah informasi untuk melindungi dirinya.
  •       Menciptakan dan menjaga image yang baik. Taktik positif yang sering dilakukan adalah menjaga citra yang baik dalam organisasi tersebut. Hal ini meliputi penampilan yang baik, sopan, berinteraksi dan menjaga hubungan baik dengan semua orang, menciptakan kesan bahwa mereka dekat dengan orang-orang penting dan hal yang sejenisnya.

5. Kasus tentang kekuasaan dan pengaruh pada sebuah organisasi dan berikan saran

Kasus Irman Gusman Jadi Pelajaran Buat Pejabat Publik: Jangan Dagang Pengaruh

Irman Gusman yang juga Ketua DPD diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan. Irman diduga memberi rekomendasi ke pengusaha gula untuk mendapatkan jatah impor dari Bulog.

Uang Rp 100 juta diterima Irman dan sudah disita KPK. Ada satu hikmah yang bisa dipetik dari kasus ini.

"Penangkapan Irman Gusman adalah momentum positif untuk memberikan shock therapy bagi para pejabat publik untuk tidak coba-coba memperdagangkan pengaruhnya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya," kata Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, Senin (19/9/2016).

Dahnil menjelaskan, penangkapan ini membuktikan kalau kekuasaan di tangan mereka yang tidak amanah akan menjadi lahan rente.

"Tidak terbatas oleh wewenang yang dimiliki tetapi kekuasaan dan pengaruh itu sendiri yang menjadi modal untuk mencari rente mengabaikan kepentingan masyarakat banyak dan menguntungkan pribadi atau kelompoknya," jelas dia.

Dahnil mengapresiasi OTT yang dilakukan oleh KPK dan tentunya mendorong KPK untuk mengungkap semua yang terlibat dan terkait dengan praktek rente Ketua DPD tersebut.

"Dan KPK perlu juga menjawab kritik publik untuk mempercepat penyelesaian kasus-kasus korupsi besar lainnya yang selama ini menjadi utang kebangsaan bagi KPK dari masa ke masa, saya yakin publik akan mendukung penuh KPK bila berani konsisten mengungkap kasus-kasus 'grand corruption' yang melibatkan banyak pihak di negeri ini," tutupnya. 
(ndr/ndr)
Saran: Seharusnya sebagai ketua harus mencotohkan yang baik-baik tidak dengan mencotohkan korupsi seperti itu, jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan kepentingan kelompoknya harus memikirkan masyarakatnya.

Sumber:
Gaol, L. (2008). Sistem informasi manajemen: pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo
Umar, H. (2003). Business an introduction. Jakarta: PT Gramedia pustaka utama
Budiarjo, M. Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT Gramedia pustaka utama
Sarwono, Sarlito Wirawan. 2005. Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan Psikologi       Terapan. Jakarta: Balai Pustaka.
Roberts, R., Greene, J. (2009). Buku pintar pekerja sosial. Jakarta: Gunung mulia
Thoha, Miftah. 2003. Kepemimpinan dalam Suatu Manajemen: Suatu Pendekatan Perilaku. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.





Jumat, 21 Oktober 2016

Pengorganisasian struktur manajemen dan Actuating dalam manajemen

A. Pengorganisasian struktur manajemen

1. Pengertian struktur organisasi
Struktur organisasi adalah kesesuaian pembagian pekerjaan antara struktur dan fungsi, di mana terjadi penumpukan atau kekosongan pelaksanaan pekerjaan, dan ada tidaknya hubungan dan urutan di antaraunit-unit kerja yang ada.

2. Fungsi dari manajemen
Fungsi manajemen menurut George R. Terry terdiri dari:
(1) planning
Kegiatan yang menentukan berbagai tujuan dan penyebab tindakan-tindakan selanjutnya.
(2) organizing
Kegiatan membagi pekerjaan di antara anggota kelompok dan membuat ketentuan dalam hubungan-hubungan yang diperlukan
(3) Actuating
Kegiatan menggerakkan anggota-anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tuga masing-masing
(4) Controlling
Kegiatan untuk menyesuaikan antara pelaksanaan dan rencana-rencana yang telah ditentukan

3. Manfaat struktur fungsional dan divisional
-          Manfaat struktur fungsional, yaitu mempergunakan sumber daya khusus secara efisien, supervisi dapat dilakukan lebih mudah, mengembangkan keahlian fungsional, memelihara kendali terpusat atas keputusan strategis,berkaitan erat dengan strategi melalui kegiatan kunci sebagai unit terpisah

-          Manfaat struktur divisional, yaitu respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan lambat, koordinasi antar bagian atau fingsi tidak terlalu baik, inovasi terbatas, sulit untuk menilai prestasi kerja sulit ubtuk menentukan mana yang bertanggung jawab, mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antar fungsi

4. Kerugian struktur fungsional dan divisional
-          Kerugian struktur fungsioanl, yaitu menimbulkan kesulitan dalam komunikasi dan konflik antar fungsi, menyebabkan kemacetan pelaksanaan tugas yang sifatnya berurutan, memberikan respon yang lebih lambat terhadap perubahan, anggota fungsi hanya berfokus pada kepentingan tugas-tugasnya sehingga cenderung berpandangan sempit dan dapat merugikan organisasi secara keseluruhan

-          Kerugian struktur divisional, yaitu mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi fungsional, sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar divisi, kebijakan divisi tidak konsisten dengan kebijakan divisi lain maupun dengan kebijakan organisasi, adanya duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu

5. Kasus tentang organisasi
Di zaman seperti sekarang perusahaan dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan dalam organisasinya atau melakukan transformasi organisasi agar dapat bertahan di tengah persaingan yang ketat, dan salah satu perusahaan yang dapat bertransformasi mengikuti perkembangan zaman adalah PT SIDOMUNCUL dari perjalanannya menjadi Homeindustry hingga sekarang menjadi perusahaan besar bahkan sampai ke Singapore[2], hal ini dapat terjadi karena mereka melakukan transdormais organisasi mereka itulah efek positif jika perusahaan melakukan tranformasi organisasi sehingga mereka bisa terus berproduksi, jika mereka tidak melakukan ini mereka tidak akan berkebang bahkan mungkin tegerus oleh para kompetitornya seperti yang di alami oleh Nokia, oleh karena pentingnya transformasi organisasi ini bagi perusahaan, perusahaan yang ingin melakukan tranformasi dapat menggunakan 4 pendekatan yaitu 4R (Reframing,Restructure, Revitaliztion dan Renewaldan didukung dengan sistem informasi yang baik.

-          Saran Stuktur Fungsional : Harus terus mengembangkan ide ide yang inovatif agar perusahaan tetap maju dan berkembang.

-          Saran Struktur Divisional : rganisasi harus cepat tanggap dengan lingkungan yang tidak stabil serta memperhatikan kebutuhan konsumen, serta mengembangkan keterampilan manajemen dari divisi.

 B. Actuating dalam manajemen

1. Pengertian actuating dalam manajemen
Actuating adalah kemampuan seseorang untuk memberikan kegairahan, kegiatan, pengertian, sehingga orang lain mau mendukung dan bekerja dengan sukarela untuk mencapai tujuan organisasi/lembaga pendidikan sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya

2. Pentingnya actuating dalam manjemen
Pentingnya actuating dalam manajemen lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakkan seluruh potensi sumber daya manusia dan non manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.

3. Prinsip actuating dalam manajemen
-          Prinsip mengarah pada tujuan- tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha untuk mencapai tujuan

-          Prinsip keharmonisan dengan tujuan oramg-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkin tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu
-          Prinsip kesatuan komando, prinsip ini sangat pentng untuk menyatukan arah tujuan dan tanggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya

Sumber:
Halim, Abdul dkk.(2013).Sistem Pengendalian Manajemen Edisi Revisi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN
Nogi, Hessel.(2005).Manajemen Publik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Herujito, Yayat.1980.Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: PT Garsindo
Samuel C. Certo & J. Paul Peter, Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125
Schermerhorn,J.R., (2003). Manajemen. Jogjakarta: Andi Yogyakarta


Sabtu, 01 Oktober 2016

psikologi manajemen dan perencanaan/planning

I. Psikologi Manajemen
A.    Pengertian psikologi manajemen
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
B.     Pengertian manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
C.     Fungsi manajemen
·         Perencanaan (Planning)
·         Pengorganisasian (Organizing)
·         Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
·         Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
II. Perencanaan/Planning
A. Pengertian perencanaan/planning  
menurut Alder (1999) dalam Rustiadi (2008 h.339) menyatakan bahwa Perencanaan adalah suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sebagian kalangan berpendapat bahwa perencanaan adalah suatu aktivitas yang dibatasi oleh lingkup waktu tertentu, sehingga perencanaan, lebih jauh diartikan sebagai kegiatan terkoordinasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam waktu tertentu. Artinya perencanaan adalah suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan dating serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Dengan demikian, proses perencanaan dilakukan dengan menguji berbagai arah pencapaian serta mengkaji berbagai ketidakpastian yang ada, mengukur kemampuan (kapasitas) kita untuk mencapainya kemudian memilih arah-arah terbaik serta memilih langkah-langkah untuk mencapainya.
B. Langkah-langkah dalam menyusun planning
1.      Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran, kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.
2.      Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.
3.      Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
4.      Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.
C. Manfaat planning dalam manajemen
Manfaat Perencanaan / Planning dalam manajemen yaitu:
         Menjelaskan secara tepat tujuan-tujuan dan cara-cara mencapai tujuan.
         Sebagai pedoman bagi semua orang yang terlibat dalam organisasi pada pelaksanaan  rencana yang telah disusun.
         Merupakan alat pengawasan terhadap pelaksanaan program.
     Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi.
         Memberikan batas-batas wewenang dan tanggung jawab setiap pelaksanaan, sehingga dapat meningkatkan kerja sama/koordinasi.
         Menetapkan tolok ukur (kriteria) kemajuan pelaksanaan program setiap saat
         Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
         Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
         Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
         Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
         Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
         Menghemat waktu, usaha, dan dana



D. Jenis-jenis planning dalam organisasi
Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.
1.      Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.

Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.

Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.

Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.

2.      Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.

Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.

3.      Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.

Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.

Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.

Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.

4.      Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.

Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.


Sumber :
indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Psikologi+Manajemen+Rini.ppt