A. Pengorganisasian
struktur manajemen
1. Pengertian struktur
organisasi
Struktur organisasi
adalah kesesuaian pembagian pekerjaan antara struktur dan fungsi, di mana
terjadi penumpukan atau kekosongan pelaksanaan pekerjaan, dan ada tidaknya
hubungan dan urutan di antaraunit-unit kerja yang ada.
2. Fungsi dari
manajemen
Fungsi manajemen
menurut George R. Terry terdiri dari:
(1) planning
Kegiatan yang
menentukan berbagai tujuan dan penyebab tindakan-tindakan selanjutnya.
(2) organizing
Kegiatan membagi pekerjaan
di antara anggota kelompok dan membuat ketentuan dalam hubungan-hubungan yang
diperlukan
(3) Actuating
Kegiatan menggerakkan
anggota-anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tuga
masing-masing
(4) Controlling
Kegiatan untuk menyesuaikan
antara pelaksanaan dan rencana-rencana yang telah ditentukan
3. Manfaat struktur
fungsional dan divisional
-
Manfaat struktur fungsional, yaitu mempergunakan
sumber daya khusus secara efisien, supervisi dapat dilakukan lebih mudah,
mengembangkan keahlian fungsional, memelihara kendali terpusat atas keputusan
strategis,berkaitan erat dengan strategi melalui kegiatan kunci sebagai unit
terpisah
-
Manfaat struktur divisional, yaitu
respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan lambat, koordinasi
antar bagian atau fingsi tidak terlalu baik, inovasi terbatas, sulit untuk
menilai prestasi kerja sulit ubtuk menentukan mana yang bertanggung jawab,
mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antar fungsi
4. Kerugian struktur
fungsional dan divisional
-
Kerugian struktur fungsioanl, yaitu
menimbulkan kesulitan dalam komunikasi dan konflik antar fungsi, menyebabkan
kemacetan pelaksanaan tugas yang sifatnya berurutan, memberikan respon yang
lebih lambat terhadap perubahan, anggota fungsi hanya berfokus pada kepentingan
tugas-tugasnya sehingga cenderung berpandangan sempit dan dapat merugikan
organisasi secara keseluruhan
-
Kerugian struktur divisional, yaitu
mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi fungsional, sangat
potensial untuk menimbulkan persaingan antar divisi, kebijakan divisi tidak
konsisten dengan kebijakan divisi lain maupun dengan kebijakan organisasi,
adanya duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu
5. Kasus tentang
organisasi
Di zaman seperti sekarang
perusahaan dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan dalam organisasinya
atau melakukan transformasi organisasi agar dapat bertahan di tengah persaingan
yang ketat, dan salah satu perusahaan yang dapat bertransformasi mengikuti
perkembangan zaman adalah PT SIDOMUNCUL dari perjalanannya menjadi Homeindustry hingga
sekarang menjadi perusahaan besar bahkan sampai ke Singapore[2], hal ini dapat
terjadi karena mereka melakukan transdormais organisasi mereka itulah efek
positif jika perusahaan melakukan tranformasi organisasi sehingga mereka bisa
terus berproduksi, jika mereka tidak melakukan ini mereka tidak akan berkebang
bahkan mungkin tegerus oleh para kompetitornya seperti yang di alami oleh
Nokia, oleh karena pentingnya transformasi organisasi ini bagi perusahaan,
perusahaan yang ingin melakukan tranformasi dapat menggunakan 4 pendekatan
yaitu 4R (Reframing,Restructure, Revitaliztion dan Renewaldan
didukung dengan sistem informasi yang baik.
-
Saran Stuktur Fungsional : Harus terus mengembangkan
ide ide yang inovatif agar perusahaan tetap maju dan berkembang.
-
Saran Struktur Divisional : rganisasi harus cepat
tanggap dengan lingkungan yang tidak stabil serta memperhatikan kebutuhan
konsumen, serta mengembangkan keterampilan manajemen dari divisi.
B. Actuating dalam
manajemen
1. Pengertian actuating
dalam manajemen
Actuating adalah
kemampuan seseorang untuk memberikan kegairahan, kegiatan, pengertian, sehingga
orang lain mau mendukung dan bekerja dengan sukarela untuk mencapai tujuan
organisasi/lembaga pendidikan sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya
2. Pentingnya actuating
dalam manjemen
Pentingnya actuating
dalam manajemen lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan
orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang
berarti bila tidak diikuti dengan penggerakkan seluruh potensi sumber daya
manusia dan non manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang
ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.
3. Prinsip actuating
dalam manajemen
-
Prinsip mengarah pada tujuan- tujuan
pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin
efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap
usaha untuk mencapai tujuan
-
Prinsip keharmonisan dengan tujuan
oramg-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkin tidak
mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi
masing-masing individu
-
Prinsip kesatuan komando, prinsip ini
sangat pentng untuk menyatukan arah tujuan dan tanggung jawab para bawahan.
Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala
kegiatannya
Sumber:
Halim, Abdul dkk.(2013).Sistem Pengendalian Manajemen Edisi Revisi.
Yogyakarta: UPP AMP YKPN
Nogi, Hessel.(2005).Manajemen Publik. Jakarta: PT Gramedia
Widiasarana Indonesia
Herujito, Yayat.1980.Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: PT
Garsindo
Samuel C. Certo &
J. Paul Peter, Strategic Management,
McGraw-Hill, 1990, p.125
Schermerhorn,J.R.,
(2003). Manajemen. Jogjakarta: Andi
Yogyakarta