I. Empowerment, stress dan konflik
A.Pengertian
empowerment
Empowerment adalah tindakan yang
memberikan seseorang individu atau tim hak dan fleksibilitas untuk membuat
keputusan dan melaksanakan tindakan. Hal ini semakin diperluas dan sangat
disarankan di banyak organisasi saat ini.
B. Pengertian
stress
Menurut Robbins (2001) stress juga
dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang
dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut
terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila
pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri
adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang
karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat
menganggu pelaksanaan kerja mereka.
Sumber-sumber stress
Menurut Prijaksono dan kurniali
(2005) sumber-sumber stress dibagi ke dalam 4 golongan:
·
Survival stress. Stress ini dapat
terjadi dalam suatu keadaan di mana keselamatn jiwa terancam.
·
Internally stress. Hal ini dapat
disebabkan oleh kekhawatiran yang berlebihan atas hal-hal yang di luar kontrol
kita. Biasanya hal ini terjadi akibat tingkah laku kita sendiri, atas suatu
keadaan yang kita ciptakan sendiri, misalnya menantang bahaya dengan
berkendaraan ngebut.
·
Environmental & job stress. Lingkungan
kerja yang tak kondusif, tempat tinggal yang tak nyaman dan sumpek, dan
kemacetan lalu lintas bisa memicu stress.
·
Fatigue & overwork. Terlampau banyak
hal yang ingin dikejar, dikerjakan, dan banyak rencana, namun tidak fokus dan
waktu yang terlalu singkat. Penumpukkan kerjaan dapat memicu stress. Demikian
pula halnya dengan orang yang terjebak ke dalam perilaku kerja berlebihan (workaholic), maka ia amsuk dalam
perangkap stress of overwork
C. Pengertian
konflik
Konflik adalah suatu proses sosial
antara dua orang, dua kelompok, atau lebih yang salah satu pihaknya berupaya
menyingkirkan yang lain dengan menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.
Jenis-jenis konflik
·
Konflik vertikal, contohnya konflik
negara versus warga, buruh versus majikan
·
Konflik horizontal, contohnya konflik
antarsuku,anatar agama,antar masyarakat. Konflik-konflik tersebut bisa berlatar
belakang ekonomi, politik, agama, kekuasaan, dan kepentingan lainnya
Proses konflik
·
Kondisi yang mendahului
(antecendent condition). Kondisi ini terdiri dari faktor-faktor yang pada
umumnya membawa pada konflik.
·
Kemungkinan konflik
yang dilihat (perceived potential conflict). Pada tahap ini satu atau kedua
belah pihak melihat kemungkinan konflik diantara mereka
·
Konflik yang dirasa
(felt conflict). Pada tahap ini, tubrukan kepentingan dan kebutuhan terjadi.
Satu pihak atau kedua belah pihak yang terlibat melihat keadaan yang tidak
memuaskan, menghambat, menakutkan, mengancam.
·
Perilaku yang tampak
(manifest behavior). Pada waktu konflik sudah terjaid orang-orang menanggapi
dan mengambil tindakan. Bentuknya dapat secara lisan, seperti saling
mendiamkan, bertengkar, berdebat; atau nyata dalam perbuatan, seperti bersaing,
bermusuhan atau menyerang.
Konflik ditekan atau dikelola (supressed or managed conflict). Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. Artinya konflik ditiadakan. Secara lahiriah konflik itu tampak seperti sudah selesai, meskipun masalah intinya tidak ditangani dan pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdampingan dalam suasana panas itu. Atau konflik dikelola dan diselesaikan.
Konflik ditekan atau dikelola (supressed or managed conflict). Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. Artinya konflik ditiadakan. Secara lahiriah konflik itu tampak seperti sudah selesai, meskipun masalah intinya tidak ditangani dan pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdampingan dalam suasana panas itu. Atau konflik dikelola dan diselesaikan.
·
Sesudah konflik
diselesaikan ( management aftermath). Bila konflik tak dikelola dan
diselesaikan, kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik menanggung segala
akibatnya entah bagi diri sendiri, kerja, hubungan dengan orang lain, atau
lembaga tempat orang bekerja. Bila konflik dan berhasil, pihak-pihak yang
terlibat perlu menindaklanjuti hasil pengelolaan itu.
D. Cari
kasus yang berkaitan dengan stress dan konflik, beri solusinya
Sebagai contoh Angela memandang
dirinya sebagai seorang yang menyenangkan, tetapi karyawan yang lain memandang
dari sisi jelek kepribadiannya. Rekan kerjanya adalah seorang teman baik
Angela, menuduh Angela telah mencuri klien penting. Hubungannya semakin
memburuk, rekan kerja Angela menyebarkan fitnah dan berita jelek. Angela mengadu,
tetapi atasannya tidak memperhatikan pengaduannya. Rekan kerjanya akhirnya
ditembak.
Peristiwa ini menggambarkan bagaimana kesalahpahaman dan perselisihan paham meluas menjadi konflik sosioemosional, yang mengakibatkan hasil negatif bagi organisasi. Solusinya tidak seperti karena tidak baik untuk bisnis, sebab berdampak pada keputusan pegawai dan konsentrasi dalam bekerja. Konflik sosioemosional menyebabkan frustasi, ketidakpuasan pekerjaan, dan stres. Dengan perkataan lain, konflik menunjukan peningkatan pergantian dan ketidakhadiran pegawai.
Peristiwa ini menggambarkan bagaimana kesalahpahaman dan perselisihan paham meluas menjadi konflik sosioemosional, yang mengakibatkan hasil negatif bagi organisasi. Solusinya tidak seperti karena tidak baik untuk bisnis, sebab berdampak pada keputusan pegawai dan konsentrasi dalam bekerja. Konflik sosioemosional menyebabkan frustasi, ketidakpuasan pekerjaan, dan stres. Dengan perkataan lain, konflik menunjukan peningkatan pergantian dan ketidakhadiran pegawai.
II. Komunikasi dalam manajemen
A. Pengertian
komunikasi
Komunikasi adalah proses di mana
seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan
lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal).
B. Proses-proses
komunikasi
·
Langakh pertama, ide/gagasan diciptakan
oleh sumber/komunikator
·
Langakh kedua, ide yang diciptakan
tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang
mempunyai makna dan dapat dikirimkan
·
Langkah ketiga, pesan yang telah di-encoding tersebut selanjutnya dikirimkan
melalui saran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang-lambang
komunikasi ditujukan kepada komunikan
·
Langkah keempat, penerima menafsirkan
isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
·
Langkah kelima, apabila pesan tersebut
telah berhasil di-decoding, khalayak
akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator.
Hambatan komunikasi
Perbedaan Bahasa
dan Persepsi
Setiap hari kita menerima input berupa pemandangan, suara, bau, dsb. Lesikar dkk (1999) mengilustrasikan oikiran kita yang mengatur input ini menjadi peta mental (mental map) yang mewakili persepsi kita mengenai realitas. Bahkan bila dua orang mengalami peristiwa yang sama, bayangan mental mereka mengenai peristiwa itu tidak akan identik. Karena persespi anda unik, gagasan yang ingin anda sampaikan berbeda dengan orang lain. Sebagai pengirim, anda memilih rincian yang tampaknya penting bagi anda, yaitu proses yang dikenal sebagai persepsi selektif. Sebagai penerima, anda mencoba menyesuaikan rincian baru kedalam pola yang sudah ada dalam diri anda.
Gangguan Komunikasi
Menurut Locker (2000), ada 2 gangguan dalam berkomunikasi, yaitu:
Gangguan Emosional. Anda akan sulit menyusun pesan jika anda sedang kecewa, marah, atau takut.hal inilah yang menyebabkan gagasan dan perasaan sering membuat kita sulit bersikap objektif.
Gangguan Fisik. Hambatan komunikasi sering kali bersifat fisik: hubungan yang buruk ,akustik yang jelek, dan tulisan yang tak dapat dibaca. Walaupun gangguan jenis ini tampaknya kecil, namun hal ini dapat menghambat pesan yang sebenarnya efektif.
Overload Informasi
Komunikasi bisnis sering terganggun karena materinya rumit dan kontroversial. Jumlah pesan bisnis yang disampaikan semakin hari semakin banyak dan peluang untuk terjadinya umpan balik sering terbatas, sehingga sulit untuk meluruskan salah pengertian ketika hal itu terjadi. Dengan memahami berbagai hambatan komunikasi yang ada dalam organisasi, peluang untuk mengatasinya akan meningkat.
Penyaringan yang Tidak Tepat
Menyaring adalah membuang atau menyingkat informasi sebelum pesan itu diteruskan kepada orang lain. Namun apabila hal tersebut mempengaruhi jumlah dan mutu informasi yang diteruskan, tentu akan mempengaruhi komunikasi efektif yang diharapkan. Dalam bisnis, banyak saingan antara anda dan penerima, sekretaris, asisten, mesin penjawab, dan voice-mail.
Setiap hari kita menerima input berupa pemandangan, suara, bau, dsb. Lesikar dkk (1999) mengilustrasikan oikiran kita yang mengatur input ini menjadi peta mental (mental map) yang mewakili persepsi kita mengenai realitas. Bahkan bila dua orang mengalami peristiwa yang sama, bayangan mental mereka mengenai peristiwa itu tidak akan identik. Karena persespi anda unik, gagasan yang ingin anda sampaikan berbeda dengan orang lain. Sebagai pengirim, anda memilih rincian yang tampaknya penting bagi anda, yaitu proses yang dikenal sebagai persepsi selektif. Sebagai penerima, anda mencoba menyesuaikan rincian baru kedalam pola yang sudah ada dalam diri anda.
Gangguan Komunikasi
Menurut Locker (2000), ada 2 gangguan dalam berkomunikasi, yaitu:
Gangguan Emosional. Anda akan sulit menyusun pesan jika anda sedang kecewa, marah, atau takut.hal inilah yang menyebabkan gagasan dan perasaan sering membuat kita sulit bersikap objektif.
Gangguan Fisik. Hambatan komunikasi sering kali bersifat fisik: hubungan yang buruk ,akustik yang jelek, dan tulisan yang tak dapat dibaca. Walaupun gangguan jenis ini tampaknya kecil, namun hal ini dapat menghambat pesan yang sebenarnya efektif.
Overload Informasi
Komunikasi bisnis sering terganggun karena materinya rumit dan kontroversial. Jumlah pesan bisnis yang disampaikan semakin hari semakin banyak dan peluang untuk terjadinya umpan balik sering terbatas, sehingga sulit untuk meluruskan salah pengertian ketika hal itu terjadi. Dengan memahami berbagai hambatan komunikasi yang ada dalam organisasi, peluang untuk mengatasinya akan meningkat.
Penyaringan yang Tidak Tepat
Menyaring adalah membuang atau menyingkat informasi sebelum pesan itu diteruskan kepada orang lain. Namun apabila hal tersebut mempengaruhi jumlah dan mutu informasi yang diteruskan, tentu akan mempengaruhi komunikasi efektif yang diharapkan. Dalam bisnis, banyak saingan antara anda dan penerima, sekretaris, asisten, mesin penjawab, dan voice-mail.
C. Pengertian
komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi
Komunikasi
interpersonal efektif adalah komunikasi yang terkandung dalam tatap muka dan
saling mempengaruhi, mendengarkan, menyampaikan pernyataan, keterbukaan,
kepekaan yang merupakan cara paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan
perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung
D. Model
pengolahan informasi dalam komunikasi
·
Model ini berdasarkan
teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan seseorang dalam
memproses informasi untuk memperbaiki kemmapuannya. Pengolahan informasi
mengacu kepada cara orang menangani rangsangandari lingkungan, mengorganisasi
data, mengembangkan konsep dan memecahkan masalah, serta mengunakan lambang
verbal dan non verbal.
Model pengolahan informasi mencakup empat jenis, yaitu:
Model pengolahan informasi mencakup empat jenis, yaitu:
·
Rational
Model ini berasumsi bahwa orang beroperasi dalam model pengolahan dikontrol menggunakan prosedur analitis.
Model ini berasumsi bahwa orang beroperasi dalam model pengolahan dikontrol menggunakan prosedur analitis.
·
Limited Capacity
Model ini menunjukkan bagaimana orang menyederhanakan pengolahan informasi.
Model ini menunjukkan bagaimana orang menyederhanakan pengolahan informasi.
·
Expert
Model ini bergantung pada model limited capacity.
Model ini bergantung pada model limited capacity.
·
Cybernetic
Model ini berpendapat bahwa informasi diproses dari waktu ke waktu.
Model ini berpendapat bahwa informasi diproses dari waktu ke waktu.
E. Model
interaktif manajemen dalam komunikasi
Model interaktif
manajemen mencakup lima jenis, yaitu:
·
Confidence
Dalam
manajemen, timbulnya suatu interkasi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan
tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu
kepercayaan dan pengertian.
·
Immediacy
Model organisasi yang membuat suatu organisasi tersbeut menjadi segar dan tidak membosankan.
Model organisasi yang membuat suatu organisasi tersbeut menjadi segar dan tidak membosankan.
·
Interaction Management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen, seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen, seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
·
Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
·
Other Orientation
Adanya komunikasi antara komunikasi dengan satu pihak ke pihak lain, sebagai tukar menukar informasi
Adanya komunikasi antara komunikasi dengan satu pihak ke pihak lain, sebagai tukar menukar informasi
DAFTAR PUSTAKA
Pearce, John A., Robinson. 2008.
Manajemen Strategis. Jakarta: Penerbit Salemba Empat
Christian, M.2005. Jinakkan stress.
Bandung: Nexx media
Zainul zen. 2007. Qultum media. Kekuatan
metode lafidzi. Jakrta: qultum media
Pudjiastuti puline. Sosiologi. Jakarta:
grasindo
Waluya bagja. 2007. Sosiologi: menyelami fenomena
sosial di masyarakat. Bandung: PT setia purna
Suprapto tommy. 2009. Pengantar teori &
manajemne komunikasi. Yogyakarta: Medpress
Tidak ada komentar:
Posting Komentar