Gunadarma

Jumat, 23 Januari 2015

Manusia dan Kegelisahan


A.   Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Kegelisahanhanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakansalah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan.
1.    Macam – macam kegelisahan :
a.    Kegelisahan Negatif
Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan
b.    Kegelisahan Positif
Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tak terduga.
2.    Sebab – sebab orang gelisah :
Seseorang merasakan kegelisahan biasanya karena merasa tidak  bisa melakukan sesuatu yang akan dikerjakannya pada masadepan. Misalnya, gelisah karena takut tidak mendapat kerjaan, atau bisa juga gelisah karena merasa tidak bisa mengerjakan tugas dari kampus dan kantornya.
Rasa gelisah timbul ketika pikiran kita sudah dimasuki rasa negatif yg begitu tinggi akan sesuatu, sehingga rasa percaya diri akan hilang.
3.    Cara mengatasi kegelisahan :
a.    Bersikap tenang
b.    Mencari akar masalah
c.    Introspeksi
d.    Konsultasi
e.    Berfikir logis
f.     Berserah diri pada Tuhan

B.   Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal,sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
1.    Faktor terjadinya keterasingan :
a.    Faktor Intern
Fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.
b.    Faktor Ekstern
Faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun biasanya bersumber pada faktor yang pertama.

C.   Kesepian
Kesepian adalah ‘sendirian’, tidak ada yang menemani (alone). Sebenarnya, kesepian bukan sekedar kondisi ‘sendiri’, tapi lebih condong ke ‘rasa’. Perasaan kosong, sendiri, tidak diinginkan. Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan kesendirian (being alone).
1.    Penyebab kesepian :
a.    Terpaku pada kenangan lama
b.    Penyesalan yang berkepanjangan
2.    Dampak kesepian :
Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial dengan beragam macam penyakit fisik, dari kanker, penyakit jantung, peradangan hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan darah menjadi kacau dan memicu reaksi berlebihan yang menimbulkan stres.
John Cacioppo juga mengatakan bahwa orang dewasa yang kesepian cenderung mengkonsumsi alkohol lebih banyak, kurang berolahraga, kualitas tidur kurang baik, mudah merasa lelah, lebih sering makan makanan tinggi lemak serta mengalami penuaan dini (premature aging).
3.    Tips mengatasi kesepian :
a.    Tingkatkan percaya diri
b.    Bergabung dengan beberapa kegiatan dalam komunitas
c.    Berteman dengan orang yang punya sikap dan menganut nilai yang sejalan dengan anda
d.    Belajar untuk lebih mendengarkan daripada berbicara
e.    Keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan di ruang publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu
f.     Kadangkala kita merasa rindu bukan dengan orangnya saja tetapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut
g.    Miliki binatang peliharaan
h.    Sediakan eaktu untuk keluarga
i.      Gunakan waktu luang untuk mempelajari keahlian baru

D.   Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa  arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. ltu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
1.    Sebab – sebab terjadi ketidakpastian :
a.    Obsesi
b.    Phobia
c.    Kompulasi
d.    Histeria
e.    Delusi
f.     Halusinasi
g.    Keadaan emosi

Kamis, 22 Januari 2015

Rangkuman kelompok 8 (MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB)

Manusia dan tanggung jawab 

 PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingakah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jwab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.

Macam-macam Tanggung Jawab
              
               Tanggung Jawab terhadap diri sendiri
Kesadaran setiapa orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri.
Tanggung Jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.

Tanggung Jawab terhadap Tuhan
  
  Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hokum-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan.

Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a.)    Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan
b.)      Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu menagandung pamrih.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

Rangkuman kelompok 7 (MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP)
Manusia dan pandangan hidup

1. Pengertian Pandangan Hidup dan Ideology
Ø  Ideologi adalah system pemikiran abstrak (tidak hanya sekedar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah public sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.
Ø Pandangan Hidup adalah sikap manusia yang paling mendasar dalam menyikapi segala hal yang terjadi, baik itu berupa masalah, tugas, tantangan dan segala yang dilakukan manusia pasti mempunyai pandangan masing-masing     

2.  CITA CITA
Menurut kamus umum bahasa indonesia, yang di sebut cita-cita adalah keinginan , harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran . baik keinginan, harapan,maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masamendatang.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya.ada orang yang tidak berkemauan , sehingga apa yang dicita-cita kan hanya merupakan khayalan saja. Hal demikian banyak menimpa ank-anak muda yang senag berkhayal . tetapi sulit mencapai apa yang dicita-citakan karena kurang mengukur dengan kemauan sendiri. Sebaliknya dengan anak yang kemauan kerang ingin mencapai apa yang dicita-citakan .
Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai cita-citanya ,pada umumnya dapat disebut yang diuntungkan dan menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita . sedangkan faktor menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.

3. KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma-norma adama dan etika. Manusia berbuat baik , karena menurut kodratnya manusia itu baik , makhluk bermoral.
Manusia merupakan makhluk sosial , manusia hidup bermasyarakat,manusia saling membutuhkan , saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai,saling membenci,saling merugikan,dan sebagainya.

4. Pengertian Usaha
          Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja        keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik.

Langkah-langkah Berpandangan Hidup Yang Baik
·         Mengenal
·         Mengerti
·         Menghayati
·         Meyakini
·         Mengabdi

Rangkuman kelompok 6

Manusia dan Keadilan


A. Pengertian Keadilan
Menurut kamus umum bahasa indonesia susunan W.J.S Poerwadarminta, kata adil berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun tidak sewenang-wenang. Sedangkan menurut istilah keadilan adalah  pengakuan dan perlakukan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia, ada berbagai macam keadilan yaitu :
1.    Keadilan legal atau keadilan moral
2.    Keadilan distributive
3.    Keadilan komutatif

B. Pengertian Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran, sama dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau orang itu memang dari hatinya sudah berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Beberapa faktor yang menimbulkan kecurangan yakni:
1.    Faktor ekonomi
2.    Faktor peradaban dan kebudayaan
3.    Teknis

Cara Masyarakat Mengomentari Ketidakadilan
            Dalam seni banyak masyarakat Indonesia mengomentari soal ketidakadilan hukum melalui karya-karya seni, misalnya :
1.    Puisi
2.    Film
Seperti film Indonesia yang berjudul Alangkah Lucunya (Negerei Ini)
3.    Lagu
Seperti lagu Iwan Fals berjudul Bongkar

C. Pembalasan
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk social. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungannyalah yang menyebabkanya. Perbuatan amoral pada hakikatnya perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibanya itu. Mempertahakn hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.