Gunadarma

Jumat, 31 Oktober 2014

ilmu budaya dasar ( konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan)












VINGKI OKTANURCAHYANI

1C514070

1PA16

ILMU BUDAYA DASAR (rangkuman konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusatraan)














Pendekatan kesusastraan
Sastra adalah karya, sama posisinya seperti karya-karya yang lain, seperti cerpen, puisi, lukisan, patung, seni peran, dan apa saja yang merupakan hasil proses penciptaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai rasa cinta terhadap ciptaan tuhan.
Budaya yang dihubungkan dengan prosa
Prosa adalah cerita karangan yang juga dapat diartikan sebagai bentuk cerita, atau prosa kisahan yang mempunyai pameran, lukisan yang dihasilakan oleh imajinasi.
Macam-macam jenis prosa lama dan baru :
·         Prosa lama meliputi :
1.      Dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
·         Prosa baru meliputi :
1.      Kisah
2.      Cerpen
3.      Novel
4.      Biografi
5.      Otobiografi

Nilai-nilai dalam prosa fiksi
Prosa fiksi adalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh oleh pembaca lewat sastra, diantaranya adalah :
1.      Memberikan wawasan
2.      Memberikan informasi
3.      Memeberikan kesenangan
4.      Memberikan warisan


Budaya yang dihubungkan dengan puisi
Puisi adalah tulisan karya ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui bahasa yang artistik dan estetik.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya sebagai berikut :
1.      Figure yaitu bahasa yang menunujuk pada model-model aksi watak-watak
2.      Kata-kata yang bermakna ganda yaitu kalimat yang didalamnya terdapat makna
3.      Kata-kata berjiwa yaitu yang memiliki suatu kehidupan yang membuat pembacanya semangat
4.      Kata-kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu yaitu kata-kata konotatif

Kamis, 30 Oktober 2014

psikologi umum ( tokoh psikologi seksual )

TOKOH PSIKOLOGI SEKSUAL


Carl gustav Jung dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1875 di Kesswil dan meninggal pada tanggal 6 Juni1961 di Kusnach, Swiss. Ia lulus dari Fakultas kedokteran Universitas Basle pada tahun1900. Pada tahun 1923 ia berhenti menjadi dosen untuk mengkhususkan dirinya dalam riset-riset. Sejak 1906 ia mulai tulis menulis surat kepada Sigmund Freud yang baru dijumpainya pertama kali setahun kemudian yakni tahun 1907. Pertemuan yang terjadi di Wina tersebutsangat mengesankan kedua belah pihak, sehingga terjadi tali persahabatan antara mereka.Freud begitu menaruh kepercayaan kepada Jung, sehingga Jung dianggap sebagai orangyang patut menggantikan Freud di kemudian hari.Carl Gustav Jung adalah murid Sigmund Freud. Freud adalah penggagas psikoanalisa yang merupakan seorang Jerman keturunan Yahudi. Ia dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1865di Freiberg, dan pada masa bangkitnya Hitler ia harus melarikan diri ke Inggris danmeninggal di London pada tanggal 23 September 1939.Meskipun mengambil beberapa pendapat gurunya, ia tidak sepenuhnya sependapat denganFreud, terutama karena gurunya tersebut terlalu menekankan pada seksualitas dan berorientasi terhadap materialistis dan biologis di dalam menjelaskan teori-teorinya.
Carl Gustav Jung Tokoh psikoanalisis lainnya selain Freud adalahCarl Gustav Jung, dia adalah pencetus ide ketaksadaran kolektif (collective unconscious). Sistem psikologinya hampir sama dengan Freud, tapi memiliki beberapa jalan yang berbeda. Dia menyebut sistemnya ‘Psikologi analitik’ (Analitical Psycology).
Perbedaan Utama pada Teori Libido ( keinginan individual untuk terlibat dalam aktivitas seksual. Dalam hal ini, lawan kata dari libido adalah destrudo ). Freud memperlihatkan libido terutama dalam konteks seksual, sedangkan Jung memperlihatkan sex sebagai hanya salah satu bagian penggerak kekuatan dari libido. Jung berpendapat bahwa libido sapat mengekspresikan dirinya salam cara yang lain tergantung dari apa yang paling penting bagi individu pada suatu saat. Jung menolak dasar teorinya sebagai seksual secara eklusif yang memberikannya interpretasi pada kelakuan Feud yang mengekspresikan hanya pada term seksual.
Contoh dari ini adalah selama pase pre-seksual (3-5 tahun pertama) Jung berpendepat energi libido (libidinal energy) merupakan fungsi dari nutrisi dan pertumbuhan, tanpa adanya pengaruh dari libido seksual seperti pada pemikiran Freudian. Dia juga menolak Oedipal complex-nya Freud dan dia lebih berpandangan terhadap penggabungan antara perasaan seksual dengan tendensi pertahanan hidup daripada konsep Freud tentang ketergantungan (misalnya: makanan, kelangsungan hidup) anak yang diperlihatkan pada ibunya. Jung berpendapat bahwa perasaan sexual merupakan faktor yang memberikan kontribusi, tapi bukan faktor yang utama.
Pandangann Jung terhadap Pikiran (mind Menggunakan psyche untuk merujuk pada pikiran. 3 level pikiran
1. Kesadaran (Conscious)
2. Ketidakesadaran personal (Personal Unconscious)
3. Ketidaksadaran kolektif (Collective Unconscious)

Jung percaya, terlalu banyak hal penting yang diletakan pada alam pikiran sadar (conscious). Dia memperlihatkan ketaksadaran sebagai bagian yang paling penting dalam alam pikiran (mind), dan membaginya kedalam dua bagian:

Ketaksadaran Personal yang dimiliki tiap individu, dan berisi impuls-impuls, harapan, dan pengalaman personal.

Ketaksadaran Kolektif yang merupakan bagian yang paling besar pada ketaksadaran, dan merupakan teori intriguing terpenting dari Jung. Dia menteorisasi bahwa ada bagian pokok ketidaksadaran dari pikiran yang penuh ide dan pengalaman yang terbangun hingga sangat kuat, dan  tersembunyi dalam sektor masing-masing alam pikiran ketidaksadaran kita yang dimulai sejak keberadaan ras manusia.

Buku Schultz "A History OF Modern Psychology" menjelaskan teori ini seperti sekumpulan kepulauan. Pulau-pulau muncul ke permukaan air seperti kedaran individu, dan bagian dataran yang berada dibawah air seperti ketidaksadaran personal.  Bagian dasar yang sangat luas adalah analogi untuk ketidaksadaran kolektif.

Empat Pola Dasar (The Four Archetypes) Jung meperkenalkan ketaksadaran kolektif sebagai pembentuk tendensi pewarisan, yang dinamakannya "archetypes", dan ini adalah  "pre-existing determinants of mental experience" yaitu berarti ketaksadaran kolektif menentukan bagaimana kita berperilaku secara luas.

Acrhetypes
adalah pengalaman, menurut Jung, layaknya emosi dan gambaran mental. Jung dalam studinya tentang kultur dan cara berfikir menemukan 4 archetypes utama yang menonjol.

Persona
Merupakan sebuah penutup menyembunyikan orang sebenarnya. Orang menggunakan ini untuk tampil berbeda pada orang-orang tertentu dan pada situasi sosial dimana ia menginginkan interaksi yang lebih baik. Penutupan seringkali tidak merefleksikan kepribadian orang itu sebenernya.

Anima dan Animus
Merupakan karakteristik gender manusia.  Animus berarti karakter maskulin yang ada pada wanita, dan Anima berarti suatu karakteristik wanita (feminim) yang ada pada pria.

Shadow
Merupakan bagian kepribadian yang seperti kepribadian hewan. Pola dasar ini yang memberikan aspek tak bermoral (immoral) pada manusia. Jung mengklain bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang 'jelek' maka penyebab perilaku tersebut adalah shadow personality. Intro/Extroversion.

Teori Jung yang paling populer adalah pembagian sifat manusia kedalam sifat introvert dan ekstrovert.

Introversion
Merupakan bagian libido yang mengatur kedalam diri (Inwards). Dengan bagian ini individu mejadi lebih memiliki keinginan untuk berusaha, berinstrospeksi, dan memiliki ketahanan terhadap pengaruh dari luar. pengaruh dari luar. Kurang percaya diri ketika berhubungan dengan dunia luar dan cenderung menjadi malu atau anti-sosial.

Extroverted
Merupakan libido yang mengatur keluar dari diri manusia, kejadian dan situasi tertentu. Seseorang yang bertipe ini memiliki pengaruh yang sangat kuat  pada lingkungannya dan sangat berdifat sosial, memiliki kepercayaan diri yang baik pada banyak situasi.
Jung percaya bahwa kedua sisi tersebut ada pada individu secara luas, dan kita tidak mungkin menemukan seseorang yang yang introvert total atau extrovert total. Faktor-faktor eksternal cenderung memiliki pengaruh yang besar pada sisi dominan mana yang akan muncul dan seberapa besar sisi kepribadian tersebut  mendominasi seseorang. Sebagai contoh, orang yang secara normal pemalu bisa menjadi extrovert pada situasi ketika dia merasa benar-benar tertarik dan merasa nyaman.





Referensi
Sujanto, Agus. (2006). Psikologi Umum. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Richards graham. (2010). Psikologi Carl Gustav Jung. Yogyakarta. Pustaka baca.  90
Reber, Arthur S.; Reber, Emily S. (2001). Dictionary of Psychology. New York:
Sarwoo, Sarlito Wirawan, Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi, cet. 1, Jakarta: Bulan Bintang, 1987.



NAMA KELOMPOK  : ( Wilhem Wundt )

  • Aulia fitriah said 
  • Anita rachman 
  • Shelvy septia rini
  • Vingki oktanurcahyani

Kamis, 23 Oktober 2014

ILMU BUDAYA DASAR ( rangkuman manusia dan kebudayaan)







VINGKI OKTANURCAHYANI
1C514070
1PA16
ILMU BUDAYA DASAR (rangkuman manusia dan kebudayaan)



















MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A. Manusia
1. Pengertian manusia
Manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem. Ilmu filsafat memandang manusia sebagai makhluk berbudaya, homo humanus.
Oleh karena itu, manusia terdiri dari unsur-unsur yang membangunnya:
1. manusia terdiri dari empat unsur yang terkait, yaitu:
·        Jasad      : Badan manusia yang dapat di raba dan di lihat.
·        Hayat     : Mengandung unsur hidup
·        Ruh        : Bimbingan dan pimpinan tuhan
·        Nafs       : Kesadaran terhadap diri sendiri / pengertian diri
2. Manusia sebagai kepribadian terdapat tiga unsur, yaitu:
·        ID           : Naluri Makhluk hidup untuk mempertahankan eksistensinya di muka bumi
·        Ego        : Bagian kepribadian yang pertama kali dibedakan dari id
·        Superego         : Struktur kepribadian yang paling akhir
2. Hakekat manusia
·        Makhluk tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwasebagai satu kesatuan
·        Makhluk tuhan yang paling sempurna
·        Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati dan budayawi
·        Makhluk ciptaan tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi)
B. Kebudayaan
1. Kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi.
Pada umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada.
2. pengertian kebudayaan
Definisi kebudayaan menurut beberapa ahli :
1.     Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, norma, hukum .
2.     M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideology, religi dan kesenian.
3.     Koetjaraningrat
Kebudayaan adalah sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia

3. Unsur-unsur kebudayaan
·        Sistem bahasa
·        Sistem pengetahuan
·        Sistem kekerabatan dan organisasi social
·        Sistem peralatan hidup dan teknologi
·        Sistem ekonomi atau mata pencaharian
·        Sistem religi
·        Sistem kesenian
4. Wujud kebudayaan
·        Wujud kebudayaan ( wujud ideal)
·        Aktifitas ( tindakan)
·        Artefak ( karya )
5. Orientasi nilai budaya
·        Hakekat hidup manusia (MH)
·        Hakekat karya manusia (MK)
·        Hakekat waktu manusia (WM)
·        Hakekat alam manusia (MA)
·        Hakekat hubungan manusia (MN)