MANUSIA DAN HARAPAN
( Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar )
Disusun Oleh :
Ageng
Apriyani (10514427)
Elvira Theressa R.S (13514539)
FUAD H (14514400)
INDI PRASETYO (15514283)
MUTIA DAMAYANTI(17514666)
RATU ZAHRA JETTIRA(18514954)
VINGKI OKTANURCAHYANI(1C514070)
Rimshayelly Fitri S
(19514414)
KELAS : 1PA16
JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Segala puji syukur kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menjadikan bumi beserta isinya dengan
begitu sempurna dan atas limpahan rahmat, taufiq serta hidayah – Nya, sehingga
Penulis dapat menyelesaikan dengan mempersembahkan sebuah makalah yang berjudul “ Manusia dan Harapan &
Manusia,hidup dan kematian” untuk
memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Ucapan terima kasih dan rasa hormat Penulis kepada semua
pihak yang telah membantu Penulis dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini.Akhir kata,
Penulis sampaikan bahwa tiada makalah yang sempurna tanpa uluran tangan
pemerhatinya. Oleh karena itu, kritik serta saran sangat Penulis harapkan dari
pembaca sekalian yang bersifat membangun, agar demi lebih baiknya kinerja kami
yang akan mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan tambahan ilmu
pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi semua pihak.
A. Latar Belakang
Harapan
berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu
terjadi atau suatu yang belum terwujud. Kata orang manusia tanpa harapan adalah
manusia yang mati sebelum waktu-nya. Bisa jadi, karena harapan adalah sesuatu
yang hendak kita raih dan terpampang dimuka. Hampir sama dengan visi walau
dalam spektrum sederhana, harapan merupakan ciptaan yang kita buat sebagai
sesuatu yang hendak kita raih. Jadi hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi
dan tujuan.
Maka
bila manusia yang hidup tanpa harapan pada hakekatnya dia sudah mati. Harapan
bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga berangkat dari usaha.
Dia adalah ke-cenderungan batin untuk membuat sebuah rencana aksi, peristiwa,
atau sesuatu menjadi lebih bagus. Sederhananya, harapan membuat kita berpikir
untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang lebih baik.
Harapan
dan rasa optimis juga memberikan kita kekuatan untuk melawan setiap hambatan.
Seolah kita selalu mendapatkan jalam keluar untuk setiap masalah. Seolah kita
punya kekuatan yang lebih untuk siap menghadapi resiko. Ini kita sebut sebagai
perlawanan. Orang yang hidup tanpa optimisme dan cenderung pasrah pada realita
maka dia cenderung untuk bersikap pasif, Oleh karena itu dalam makalah ini kita
dapat mengetahui lebih dalam tentang manusia dan harapan
Begitu pula dengan Manusia dan kematian adalah dua hal
yang tidak bisa terpisahkan, bak sekeping mata uang logam, keduanya saling bertautan.
Selaras dengan hukum alam –sunnatullah-, bahwa setiap yang mempunyai jiwa akan
mengalami kematian, maka kematian manusia adalah hal yang pasti dan tidak dapat
terelakkan.
Kematian
manusia adalah proses yang terus berlangsung. Kematian manusia, karenanya,
adalah problema manusia masa lalu, masa kini, dan masa mendatang. Problema
seperti ini kita sebut problem filosofis-eksistensial yang tak kenal batasan
spasio-temporal. Namun demikian, bingkai historis tetap diperlukan untuk
memberi insight tentang sebab-musabab dan dampak luasnya terhadap keadaan
kemanusiaan.
Dalam
makalah ini kami ingin paparkan sekelumit tentang manusia dan kematian yang
meliputi hakekat kehidupan, kematian, keutamaannya dan persiapan menghadapinya
dengan merujuk kepada al-Qur’an dan Hadits.
B. Pembatasan Masalah
Agar
tidak terjadi kesalah pahaman maka pembahasan masalah, kami membatasi dan
menetapkan objeknya sebagai berikut : “manusia dan harapan meliputi sebagai
berikut: definisi harapan sebagai fenomena nasional, apa sebab manusia
mempunyai harapan, doa, kepercayaan, kepercayaan dan usaha untuk
meningkatkannya” dan “ manusia,hidup dan kematian meliputi sebagai
berikuut:hidup dan mati.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan
pembatasan masalah diatas, kami merangkum beberapa rumusan masalah yang
diangkat antara lain :
a.
Manusia dan Harapan
§ Pengertian harapan
§ apa sebab manusia mempunyai harapan
§ pengertian doa
§ kepercayaan
§ kepercayaan dan usaha untuk meningkatkan
PEMBAHASAN
“Manusia dan Harapan”
I. Pengertian Harapan dan
Cita-cita
A. PENGERTIAN HARAPAN.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik
kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh, manusia wajib
selalu brdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi;
sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian
harapan menyangkut masa depan.
Contoh:
- Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma, ia
rajin belajar dengan harapan di dalam ujian semester mendapatkan angka yang
baik.
- Hadir seorang wiraswasta yang rajin. Sejak
mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju.
Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha bersungguh-sungguh
dengan usahanya.
Dari kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan
Budi dan Hadir ialah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja
keras. Budi belajar tanpa mengenal waktu dan Hadir bekerja tanpa mengenal lelah.
Semuanya itu dengan suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi
untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa
yang diharapkan. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung
pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi
bintang.
Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu :
- Keduanya menyangkut masa depan karena belum
terwujud.
- Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan
orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
2. Apa sebab manusia
mempunyai harapan?
Penyebab manusia mempunyai harapan adalah dorongan
kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan kodrat adalah sifat,keadaan
atau pembawaan alamiah sejak manusia di ciptakan. Dorongan itulah yang
menyebabkan manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk
memenuhinya manusia harus bekerja sama dengan orang lain.
Tidak hanya orang yang masih hidup saja yang mempunyai
harapan,orang yang sudah meninggal pun mempunyai harapan,biasanya berupa
pesan-pesan kepada ahli waris nya.Tentang besar kecilnya harapan seseorang
dapat di tentukan oleh kepribadian orang itu sendiri.Untuk itu dengan memiliki
kepribadian yang kuat kita akan dapat mengontrol harapan se efektif dan se efisien
mungkin sehingga hasilnya tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain untuk
masa kini dan masa yang akan datang.
3. Pengertian Doa
Doa adalah permohonan kepada Tuhan yang disertai
kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada
di sisi-Nya. Dengan berdoa manusia diajarkan tentang satu hal, bahwa sebagai
makhluk Tuhan kita memiliki sangat banyak kekurangan dan kelemahan, tanpa
bantuan sang Khalik kita tidak akan bisa memahami setiap kejadian di muka bumi
ini. Manusia hanya sebutir kerikil di tengah samudera lautan pasir, maka tak
salah jika Tuhan memberikan cap sombong kepada manusia ketika dia tidak berdoa
sedikitpun sehabis beribadah dan dalam kegiatan sehari-hari.
4.
Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya,
artinya mengakui atau meyakini akan sesuatu kebenaran. Kepercayaan ialah
hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Kebenaran menurut Peodjawiyatna adalah merupakan cita – cita orang yang tahu,
dalam hal ini kebenaran merupakan kebenaran logis, sehingga manusia selalu
memilih sebelum melakukan tindakan apakah tindakan ini salah atau benar menurut
keyakinannya.
Dalam bidang logika kebenaran
ialah persesuaian antara tahu dan objek yang diketahui (kebenaran logis).
kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut
kebenaran subjektif. Kebenaran sangat penting bagi manusia, karena memiliki
arti khusus bagi hidupnya. Kebenaran merupakan fokus dari segala pikiran, sikap
dan perasaan.
5. Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran.
Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan
setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada
Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah,
dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan
kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya
kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain
itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan
kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu
dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi,
meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada
orang lain.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut
etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal
dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau
setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah
ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu
raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh
Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa
kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah
negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara).
Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya
dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada,
kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter.
satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak
mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan
teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan
adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara
percaya kepada negara/pemerintah.
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu
amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi
diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan
kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat
menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya,
apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada
tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia
berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada
Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan
akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya
merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam
melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Berbagai usaha dilakukan
manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung
kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
1.
Selalu
berpikir Positif dengan berpikir positif disini kita dapat memikirkan sesuatu
dengan perasaan yang baik dan bisa meningkatkan kepercayaan diri karena dengan
positvethingking kita akan selalu berprasangka baik terhadap diri kita.
2.
Kenali
diri anda dan sesuaikan diri dengan lingkungan.Dengan mengenali diri anda
sendiri anda mengetahui bagaimana kekurangan dan kelebihan pada diri dan
jadikan itu semua sebagai bagian dari diri anda yang harus diterima.Sehingga
anda Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
3.
Terimalah
segala kekurangan anda dan jangan jadikan itu penghalang untuk maju.Setiap
manusia pasti punya kekurangan dan kelebihan tinggal bagaimana kita menerima
itu Semua sebagai bagian dari diri kita yang harus disyukuri. Justru dengan kekurangan
itu jangan jadikan sebagai penghalang untuk maju. Orang maju tidak jadikan
kekurangan sebagai penghalang.
4.
Yakinlah
dengan kemampuan yang anda punya. Dengan kita yakin terhadap kemampuan kita sendiri
maka kita akan percaya diri bahwa setiap Usaha itu akan bernilai dan kita juga
punya nilai lebih dengan segala usaha yang kita punya. Percaya diri lah
dan yakin terhadap kemampuan sendiri itu lebih baik.
5.
Perbanyaklah
teman dan saling berbagi cerita,informasi,dan ilmu. Dengan kita punya banyak
teman kita akan lebih percaya diri karena teman itu bisa kita jadikan Tempat
berbagi cerita,informasi,dan ilmu. Sehingga kita bertanya tentang hal yang
tidak kita ketahui dan kita bisa berbagi sesuatu sehingga kita dapat lebih percaya
diri.
6.
Rapihkan
Penampilan dan jaga tutur kata serta perilaku dengan penampilan yang rapih akan
memcerminkan bahwa anda layak dihargai karena anda menghargai diri sendiri dengan
penampilan anda yang enak dipandang. Selain penampilan anda juga harus
menjaga tutur kata dan perilaku agar anda disukai dan dihargai oranglain sehingga
Kepercayaan diri itu akan tumbuh dengan sendirinya.
Mind Map:
STUDI KASUS :
“Manusia dan Harapan”
Manusia mempunyai
harapan dan kepercayaan masing-masing. Dengan adanya harapan manusia jadi
mempunyai suatu arti hidup di dunia ini. Harapan setiap manusia pasti ingin
menjadi sukses dan hidup bahagia. Untuk menjadi sukses n hidup bahagia setiap
manusia mempunyai jalan yg berbeda untuk mencapai nya ada yg dengan jalan lurus
dan juga ada yang dengan melalui jalan berbelok-belok. Hidup ini tak selama nya
lurus seperti apa yang kita harapkan, ada saja liku-liku dalam kehidupan. Satu
hal lagi, apabila kita mau mewujudkan harapan itu dengan kenyataan nya kita
harus mempunyai rasa suatu kepercayaan di dalam hati kita karena itu salah satu
dasar untuk kita mencapai sukses.
“Manusia,Hidup dan Kematian”
Kasus kecelakaan mobil atau
motor karena ban pecah, tabrakan, rem blong, semuanya mengikuti aturan yang
ada. Ban pecah, bisa terjadi karena tertusuk paku, atau tekanan udaranya
kurang, atau umur bannya sudah tua, jadi bukan Allah yang memecahkannya, aturan
Allah lah yang membuat hal itu terjadi. Kasus kecelakaan lainnya, seperti
tabrakan kereta api, pesawat jatuh, kapal tenggelam, semuanya pasti ada sebab
nya, dan biasanya karena adanya sunnatullah yang dilanggar. Tapi dari situ,
kita seolah-olah ditegur oleh Allah agar melakukan segala sesuatu sesuai dengan
aturan dan ukuran yang telah ditetapkan.
Kesimpulan : Setiap manusia memiliki harapan. Harapan tersebut tergantung dari
kondisinya (bisa kondisi ekonomi, tingkat pendidikan). Untuk mencapai harapan
tersebut, manusia harus berusaha secara sungguh-sungguh, yaitu dengan berdoa
dan berusaha, karena doa dan usaha merupakan sarana untuk mencapai harapan.
Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar